5 Profil UMKM di Indonesia yang Sukses dengan Modal Kecil
Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM memiliki peran penting dalam kemajuan perekonomian di Indonesia. Masyarakat bisa hidup mandiri secara finansial berkat UMKM. Ada banyak contoh UMKM di Indonesia yang bisa sukses dengan modal kecil. \
Berikut 5 profil UMKM di Indonesia yang bermodal kecil tapi sukses besar.
Boboko Snack
Boboko Snack adalah usaha makanan ringan yang dirintis oleh seorang pria asal Bandung bernama Irpan Salim. Pria yang biasa dipanggil Ivan ini memulai bisnisnya pada akhir tahun 2015 lalu. Berawal dari bisnis rumahan makanan kecil yang diberi nama Jank Snack, produk Ivan berkembang semakin sukses.
Boboko adalah produk makanan kecil khas Sunda dengan banyak varian. Beberapa pilihan makanan ringan dari Boboko adalah seblak kering, basreng atau bakso goreng, kicimpring, makaroni, dan ramen sunda. Pilihan produk lainnya bisa Anda lihat secara langsung di akun Instagram @bobokosnackofficial.
Ant Man
Profil UMKM di Indonesia yang cukup menarik dan unik adalah Ant Man. Ant Man menghasilkan produk miniatur aneka jenis barang. Bisnis dengan ide yang kreatif ini dirintis oleh seorang wanita bernama Marissa Haryati. Produk miniatur dari Marissa ini menjadi pilihan suvenir dan pajangan yang menarik.
Banyak sekali jenis barang yang dijadikan miniatur oleh Ant Man. Mulai dari produk makanan kemasan hingga berbagai jenis benda lainnya yang ada di sekitar kita. Produk miniatur ini juga dijual dalam bentuk tempelan magnet untuk kulkas, gantungan kunci, anting-anting, dan lain sebagainya.
Dhenisa Mozaik
Dhenisa Mozaik adalah produk kerajinan mosaik dari bahan limbah kaca. UMKM ini dimulai oleh seorang wanita asal Bandung bernama Sunarti dan suaminya yaitu Herru Rezequin. Kerajinan mosaik berbahan kaca ini hadir dalam berbagai macam bentuk. Ada produk berupa pot, vas bunga, kaca, dan lain sebagainya.
Usaha kerajinan ini berawal dari ketertarikan Sunarti terhadap kerajinan Mosaik yang ia temui di Bali. Sampai sekarang, produk kerajinan mosaik dari Sunarti diburu oleh banyak orang. Tak hanya konsumen dari dalam negeri, Sunarti juga mendapat banyak konsumen dari luar negeri seperti turis Belanda, Italia, Pakistan, dan lain sebagainya.
Medan Hantaran
Medan Hantaran adalah bisnis bermodal kecil yang dirintis oleh seorang perempuan bernama Yuni. Bisnis ini menyediakan jasa pembuatan hantaran untuk keperluan lamaran. Tak banyak yang menyangka bahwa bisnis ini ternyata dimulai oleh Yuni tanpa modal.
Yuni memulai usaha ini dengan mengunggah foto desain hantaran di akun Instagram. Jika ada pesanan yang masuk, maka pelanggan harus membayar uang muka. Uang ini dijadikan sebagai modal oleh Yuni. Keuntungan dari pesanan yang ia dapatkan dijadikan modal untuk pembuatan pesanan berikutnya dan begitu seterusnya.
Kebab Pisang Pus1ng
Kebab Pisang Pus1ng adalah usaha kuliner yang dijalankan oleh Ida Amarwati. Usaha ini bermula dari perjuangan Ida berjualan nasi bebek kemudian beralih berjualan kebab. Bermula dari berdagang kecil-kecilan, Ida dan suaminya membesarkan produk kebab mereka. Kini, Kebab Pisang Pus1ng juga sudah merambah franchise.
Banyak hal yang telah dilalui Ida dan suaminya untuk membesarkan bisnis ini. Menurut Ida, kunci penting membesarkan bisnis ini terletak pada kemampuannya dalam belajar. Baginya, setiap pelaku UMKM bisa meraih sukses jika selalu belajar dan haus akan ilmu baru.
Sumber :
https://www.mbizmarket.co.id/news/profil-umkm-di-indonesia/
Usaha mikro kecil menengah atau (UMKM) adalah istilah umum dalam khazanah ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008.
Sunday, May 31, 2020
5 Pebisnis UKM Sukses Indonesia
5 Pebisnis UKM Sukses Indonesia yang Jadi Teladan Anak Muda, Simak Kisahnya
Berbisnis UKM ternyata tidaklah mudah. Namun, nyatanya ada banyak pebisnis UKM Sukses Indonesia yang menjadi inspirasi para start up.
Penasaran siapa saja mereka? Simak dulu kisahnya dalam artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!
#1 Gibran Rakabuming
Apakah Anda sudah pernah mendengar nama pebisnis UKM yang satu ini? Ya, Gibran Rakabuming adalah putra nomor satu dari Presiden kita saat ini, Bapak Joko Widodo. Usaha yang digeluti oleh Gibran Rakabuming ini termasuk usaha yang sederhana dan jauh dari kata ribet.
Meskipun ayahnya sendiri juga menggeluti sebuah bisnis, namun bisnis yang digeluti Gibran sangat berbeda dengan bisnis ayahnya. Jika ayahnya memiliki bisnis mebel, Gibran lebih memilih untuk menggeluti bisnis kuliner.
Bisnis kuliner yang ia jalani saat ini ada banyak jenisnya. Ada bisnis katering, rumah makan, serta wedding organizer. Menurutnya, beberapa bisnis kuliner yang ia tekuni sampai sekarang memiliki prospek yang bagus baik saat ini maupun di masa depan.
Ada satu hal yang perlu diteladani oleh anak muda dari seorang Gibran Rakabuming.
Meskipun ia memiliki orang tua yang berkecukupan, ia tak mengandalkan orang tuanya untuk memulai bisnis. Gibran mengaku memulai bisnisnya dari pengajuan sebuah proposal ke beberapa bank, dan proposal yang disetujui inilah yang membantu ia merintis bisnisnya dari nol.
Awal mulanya ia membuat bisnis katering yang ia beri nama “Chilli Pari”.
#2 Nicholas Kurniawan
Kisah yang datang dari Nicholas Kurniawan hampir sama dengan kisah dari Gibran Rakabuming. Persamaannya adalah keduanya sama-sama memulai bisnis dari nol dan tanpa bantuan dari orang tua. Nah, Nicholas Kurniawan mengalami masa-masa berat saat ia masih muda karena ia datang dari keluarga yang kurang beruntung soal keuangan.
Nicholas muda berusaha melakukan sesuatu yang mana bisa mengubah nasibnya dan keluarganya. Berbagai usaha seperti MLM, mainan, dan kuliner pernah ia coba sampai akhirnya Nicholas pernah tinggal kelas sewaktu ia SMA.
Hal tersebut wajar-wajar saja karena di saat yang lain sibuk belajar, Nicholas sibuk memikirkan bisnisnya. Bisnis-bisnis yang ia rintis tersebut rupanya tidak berjalan dengan baik. Lalu ia beralih dengan melakukan bisnis berjualan ikan hias.
Awalnya memang biasa saja, namun semakin ditekuni bisnis tersebut berkembang hingga saat ini Nicholas menjadi eksportir ikan hias yang sukses di Indonesia.
#3 Hamzah Izzulhaq
Hamzah masa kecil sudah tertarik di dunia bisnis, lebih tepatnya ke berjualan. Ada cukup banyak objek yang telah ia jadikan bahan berjualan di masa muda. Hamzah pernah berjualan koran, petasan, kelereng, dan lainnya.
Hamzah juga pernah menjadi tukang parkir dadakan. Beberapa hal tersebut sengaja ia lakukan karena ia berkeinginan keras untuk mencari uang sendiri. Sampai akhirnya Hamzah beranjak menjadi seorang remaja, ia berkenalan dengan seseorang yang usianya lebih tua darinya.
Orang yang baru ia kenal tersebut memiliki sebuah usaha bimbingan belajar yang telah memiliki puluhan cabang di beberapa kota. Rupanya usaha tersebut menarik perhatian seorang Hamzah Izzulhaq.
Karena ia sudah mantap dengan usaha tersebut, ia mengiyakan tawaran dari orang yang dikenalnya dengan membeli bisnis bimbingan belajar tersebut dengan harga sekitar Rp175 juta. Hingga sampai saat ini, bisnis bimbingan belajar yang ia tekuni telah berkembang dan memiliki sekitar 200 siswa setiap pergantian semester.
#4 Bob Sadino
Rasanya hampir semua orang pernah mendengar nama pebisnis yang satu ini. Bob Sadino memiliki nama lengkap Bambang Mustari Sadino. Sebelum menjadi pebisnis yang sangat sukses, ia pernah bekerja di salah satu perusahaan BUMN dengan menjadi seorang karyawan.
Selama sembilan tahun ia bekerja sebagai karyawan BUMN, Bob Sadino memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai bisnisnya sendiri. Awal mulanya ia menggeluti bisnis rental mobil. Usaha rental mobil ini sempat berhenti karena Bob mengalami kecelakaan lalu lintas.
Entrepreneur nyentrik Bob Sadino yang lahir di Lampung pada tanggal 9 Maret 1933 dan telah tutup usia pada tanggal 19 Januari 2015 ini merupakan Bapak yang sangat menginsipirasi dan mempunyai nilai-nilai kehidupan yang sangat tangguh!
Beralih ke bisnis lain, ia melakukan pekerjaan lain juga untuk mendapatkan modal. Bahkan Bob sendiri pernah menjadi buruh bangunan harian. Setelah beberapa modal terkumpul ia memulai bisnis ternak ayam, dan bisnisnya inilah yang mencapai kesuksesan besar.
Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha yang sukses namun bergaya seperti orang biasa saja. Justru gaya biasa saja inilah yang seharusnya menginspirasi para anak muda untuk tidak terlalu mementingkan gaya pakaian apabila telah sukses.
#5 Yasa Singgih
Yasa Singgih juga telah tertarik di dunia bisnis sejak ia remaja. Saat teman-temannya sibuk belajar dan bermain, Yasa sudah berpikir dan melakukan cara untuk mendapatkan uang yang banyak. Kesuksesannya yang sekarang tak luput dari kegagalan juga.
Sebelumnya ia telah memiliki bisnis untuk berjualan lampu hias, karena dirasa kurang bagus prospeknya ia beralih ke bisnis lainnya. Ia sebelumnya juga aktif menjadi pembawa acara. Sampai akhirnya ia membangun sebuah bisnis fashion pria yang rupanya membawanya menuju kesuksesan.
Bisnis fashion pria yang dimiliki seorang Yasa Singgih ini bernama Mens Republic.
Sumber :
https://www.finansialku.com/ukm-sukses-indonesia/
Berbisnis UKM ternyata tidaklah mudah. Namun, nyatanya ada banyak pebisnis UKM Sukses Indonesia yang menjadi inspirasi para start up.
Penasaran siapa saja mereka? Simak dulu kisahnya dalam artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!
#1 Gibran Rakabuming
Apakah Anda sudah pernah mendengar nama pebisnis UKM yang satu ini? Ya, Gibran Rakabuming adalah putra nomor satu dari Presiden kita saat ini, Bapak Joko Widodo. Usaha yang digeluti oleh Gibran Rakabuming ini termasuk usaha yang sederhana dan jauh dari kata ribet.
Meskipun ayahnya sendiri juga menggeluti sebuah bisnis, namun bisnis yang digeluti Gibran sangat berbeda dengan bisnis ayahnya. Jika ayahnya memiliki bisnis mebel, Gibran lebih memilih untuk menggeluti bisnis kuliner.
Bisnis kuliner yang ia jalani saat ini ada banyak jenisnya. Ada bisnis katering, rumah makan, serta wedding organizer. Menurutnya, beberapa bisnis kuliner yang ia tekuni sampai sekarang memiliki prospek yang bagus baik saat ini maupun di masa depan.
Ada satu hal yang perlu diteladani oleh anak muda dari seorang Gibran Rakabuming.
Meskipun ia memiliki orang tua yang berkecukupan, ia tak mengandalkan orang tuanya untuk memulai bisnis. Gibran mengaku memulai bisnisnya dari pengajuan sebuah proposal ke beberapa bank, dan proposal yang disetujui inilah yang membantu ia merintis bisnisnya dari nol.
Awal mulanya ia membuat bisnis katering yang ia beri nama “Chilli Pari”.
#2 Nicholas Kurniawan
Kisah yang datang dari Nicholas Kurniawan hampir sama dengan kisah dari Gibran Rakabuming. Persamaannya adalah keduanya sama-sama memulai bisnis dari nol dan tanpa bantuan dari orang tua. Nah, Nicholas Kurniawan mengalami masa-masa berat saat ia masih muda karena ia datang dari keluarga yang kurang beruntung soal keuangan.
Nicholas muda berusaha melakukan sesuatu yang mana bisa mengubah nasibnya dan keluarganya. Berbagai usaha seperti MLM, mainan, dan kuliner pernah ia coba sampai akhirnya Nicholas pernah tinggal kelas sewaktu ia SMA.
Hal tersebut wajar-wajar saja karena di saat yang lain sibuk belajar, Nicholas sibuk memikirkan bisnisnya. Bisnis-bisnis yang ia rintis tersebut rupanya tidak berjalan dengan baik. Lalu ia beralih dengan melakukan bisnis berjualan ikan hias.
Awalnya memang biasa saja, namun semakin ditekuni bisnis tersebut berkembang hingga saat ini Nicholas menjadi eksportir ikan hias yang sukses di Indonesia.
#3 Hamzah Izzulhaq
Hamzah masa kecil sudah tertarik di dunia bisnis, lebih tepatnya ke berjualan. Ada cukup banyak objek yang telah ia jadikan bahan berjualan di masa muda. Hamzah pernah berjualan koran, petasan, kelereng, dan lainnya.
Hamzah juga pernah menjadi tukang parkir dadakan. Beberapa hal tersebut sengaja ia lakukan karena ia berkeinginan keras untuk mencari uang sendiri. Sampai akhirnya Hamzah beranjak menjadi seorang remaja, ia berkenalan dengan seseorang yang usianya lebih tua darinya.
Orang yang baru ia kenal tersebut memiliki sebuah usaha bimbingan belajar yang telah memiliki puluhan cabang di beberapa kota. Rupanya usaha tersebut menarik perhatian seorang Hamzah Izzulhaq.
Karena ia sudah mantap dengan usaha tersebut, ia mengiyakan tawaran dari orang yang dikenalnya dengan membeli bisnis bimbingan belajar tersebut dengan harga sekitar Rp175 juta. Hingga sampai saat ini, bisnis bimbingan belajar yang ia tekuni telah berkembang dan memiliki sekitar 200 siswa setiap pergantian semester.
#4 Bob Sadino
Rasanya hampir semua orang pernah mendengar nama pebisnis yang satu ini. Bob Sadino memiliki nama lengkap Bambang Mustari Sadino. Sebelum menjadi pebisnis yang sangat sukses, ia pernah bekerja di salah satu perusahaan BUMN dengan menjadi seorang karyawan.
Selama sembilan tahun ia bekerja sebagai karyawan BUMN, Bob Sadino memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai bisnisnya sendiri. Awal mulanya ia menggeluti bisnis rental mobil. Usaha rental mobil ini sempat berhenti karena Bob mengalami kecelakaan lalu lintas.
Entrepreneur nyentrik Bob Sadino yang lahir di Lampung pada tanggal 9 Maret 1933 dan telah tutup usia pada tanggal 19 Januari 2015 ini merupakan Bapak yang sangat menginsipirasi dan mempunyai nilai-nilai kehidupan yang sangat tangguh!
Beralih ke bisnis lain, ia melakukan pekerjaan lain juga untuk mendapatkan modal. Bahkan Bob sendiri pernah menjadi buruh bangunan harian. Setelah beberapa modal terkumpul ia memulai bisnis ternak ayam, dan bisnisnya inilah yang mencapai kesuksesan besar.
Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha yang sukses namun bergaya seperti orang biasa saja. Justru gaya biasa saja inilah yang seharusnya menginspirasi para anak muda untuk tidak terlalu mementingkan gaya pakaian apabila telah sukses.
#5 Yasa Singgih
Yasa Singgih juga telah tertarik di dunia bisnis sejak ia remaja. Saat teman-temannya sibuk belajar dan bermain, Yasa sudah berpikir dan melakukan cara untuk mendapatkan uang yang banyak. Kesuksesannya yang sekarang tak luput dari kegagalan juga.
Sebelumnya ia telah memiliki bisnis untuk berjualan lampu hias, karena dirasa kurang bagus prospeknya ia beralih ke bisnis lainnya. Ia sebelumnya juga aktif menjadi pembawa acara. Sampai akhirnya ia membangun sebuah bisnis fashion pria yang rupanya membawanya menuju kesuksesan.
Bisnis fashion pria yang dimiliki seorang Yasa Singgih ini bernama Mens Republic.
Sumber :
https://www.finansialku.com/ukm-sukses-indonesia/
Ide Bisnis saat Pandemi Corona
Ada Corona, Ini Ide Bisnis yang Banyak Dicari Orang Menurut Pakar
Masyarakat kini diimbau pemerintah untuk tidak keluar rumah demi mencegah penyebaran virus Corona yang semakin merajalela. Aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pun diberlakukan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Adanya PSBB ini semakin membatasi ruang gerak masyarakat, termasuk untuk keluar rumah mencari makanan atau membeli kebutuhan rumah tangga. Situasi ini menurut Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Tri Raharjo, SE, MM, membuat tren belanja online mengalami peningkatan.
"Belanja online mengalami pertumbuhan karena banyak mall yang tutup, restoran karena ada social distancing sekarang take away, onlineshop penjualannya meningkat karena orang enggan keluar rumah, stay at home," ujar Tri.
Tri menambahkan produsen di masa sekarang ini harus sigap memasarkan produknya secara online. Founder Komunitas Indonesia Brand Network itu mengatakan cara tersebut efektif di masa PSBB, karena sebagian besar orang kini harus berada di rumah. Dan masyarakat biasanya mencari produk dengan browsing terlebih dahulu atau mencari langsung ke market place.
Lantas produk apa saja yang sekarang banyak dicari orang di masa WFH dan pandemi Corona ini?
Berikut ini berbagai produk yang bisa jadi ide bisnis baru di tengah Corona:
Produk Kesehatan
Tri menjelaskan sektor atau bidang usaha yang berkembang di saat pandemi virus Corona ini salah satunya usaha yang berhubungan dengan kesehatan karena sedang dibutuhkan oleh masuarakat.
"Kalau sekarang tentunya produk-produk kesehatan yang dibutuhkan. Seperti imbauan pemerintah mewajibkan ketika kita keluar harus memakai masker. Sudah pasti kalau penduduk Indonesia 260 juta jiwa artinya potensi pasar masker akan bertumbuh kencang," ujarnya.
Selain masker, hand sanitizer juga banyak dibutuhkan di masa sekarang ini. "Ketika kita ke minimarket, perkantoran atau tempat tertentu, mereka sudah menyiapkan hand sanitizer, akan mengalami pertumbuhan demand karena hampir semua orang membutuhkan," jelasnya.
Produk kesehatan lain yang juga banyak dicari orang di saat Corona ini adalah alat scan suhu. Apalagi sekarang bukan hanya perkantoran dan mall saja yang mengukur suhu pengunjung, banyak kompleks perumahan kini juga melakukan hal serupa.
Produk Makanan Ringan
Selanjutnya menurut Chairman TRAS N CO Indonesia dan INFO BRAND Group itu, produk-produk camilan atau makan ringan juga dibutuhkan di masa sekarang ini. Menurutnya saat keluarga kumpul di rumah, mereka, terutama anak-anak suka ngemil.
Produk Makanan Ready To Eat atau Ready To Cook
Ibu-ibu di masa pandemi Corona ini juga banyak mencari makanan yang siap dimasak atau dimakan seluruh keluarga. Dan pencarian ini mereka lakukan secara online. Oleh karena itulah menurut Tri, pelaku usaha restoran mengalihkan bisnisnya melalui ranah online.
"Pemain kuliner saya kira harus mengalihkan pola pasarnya. Kalau melalui restoran hanya 20%, 80%-nya harus masuk ke ranah online," katanya.
Mengalihkan penjualan ke ranah online ini tak hanya berlaku untuk pengusaha kuliner saja, bidang lain pun dapat melakukannya. Apalagi saat ini di masa PSBB pemerintah tetap mengizinkan ojek online untuk mengantar makanan atau barang.
"Saya kira itu memudahkan. Dan orang yang mau usaha dengan modal ringan, ini bisa menjadi suatu peluang. Selain aksi sosial bisa juga membuka peluang pasar yang besar. Jadi para reseller atau tenaga penjualnya kita berikan komisi tertentu dan kita ajarkan melalui online, saya rasa sangat memungkinkan," ujar Tri.
Sumber :
https://wolipop.detik.com/worklife/d-4982852/ada-corona-ini-ide-bisnis-yang-banyak-dicari-orang-menurut-pakar
Masyarakat kini diimbau pemerintah untuk tidak keluar rumah demi mencegah penyebaran virus Corona yang semakin merajalela. Aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pun diberlakukan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Adanya PSBB ini semakin membatasi ruang gerak masyarakat, termasuk untuk keluar rumah mencari makanan atau membeli kebutuhan rumah tangga. Situasi ini menurut Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Tri Raharjo, SE, MM, membuat tren belanja online mengalami peningkatan.
"Belanja online mengalami pertumbuhan karena banyak mall yang tutup, restoran karena ada social distancing sekarang take away, onlineshop penjualannya meningkat karena orang enggan keluar rumah, stay at home," ujar Tri.
Tri menambahkan produsen di masa sekarang ini harus sigap memasarkan produknya secara online. Founder Komunitas Indonesia Brand Network itu mengatakan cara tersebut efektif di masa PSBB, karena sebagian besar orang kini harus berada di rumah. Dan masyarakat biasanya mencari produk dengan browsing terlebih dahulu atau mencari langsung ke market place.
Lantas produk apa saja yang sekarang banyak dicari orang di masa WFH dan pandemi Corona ini?
Berikut ini berbagai produk yang bisa jadi ide bisnis baru di tengah Corona:
Produk Kesehatan
Tri menjelaskan sektor atau bidang usaha yang berkembang di saat pandemi virus Corona ini salah satunya usaha yang berhubungan dengan kesehatan karena sedang dibutuhkan oleh masuarakat.
"Kalau sekarang tentunya produk-produk kesehatan yang dibutuhkan. Seperti imbauan pemerintah mewajibkan ketika kita keluar harus memakai masker. Sudah pasti kalau penduduk Indonesia 260 juta jiwa artinya potensi pasar masker akan bertumbuh kencang," ujarnya.
Selain masker, hand sanitizer juga banyak dibutuhkan di masa sekarang ini. "Ketika kita ke minimarket, perkantoran atau tempat tertentu, mereka sudah menyiapkan hand sanitizer, akan mengalami pertumbuhan demand karena hampir semua orang membutuhkan," jelasnya.
Produk kesehatan lain yang juga banyak dicari orang di saat Corona ini adalah alat scan suhu. Apalagi sekarang bukan hanya perkantoran dan mall saja yang mengukur suhu pengunjung, banyak kompleks perumahan kini juga melakukan hal serupa.
Produk Makanan Ringan
Selanjutnya menurut Chairman TRAS N CO Indonesia dan INFO BRAND Group itu, produk-produk camilan atau makan ringan juga dibutuhkan di masa sekarang ini. Menurutnya saat keluarga kumpul di rumah, mereka, terutama anak-anak suka ngemil.
Produk Makanan Ready To Eat atau Ready To Cook
Ibu-ibu di masa pandemi Corona ini juga banyak mencari makanan yang siap dimasak atau dimakan seluruh keluarga. Dan pencarian ini mereka lakukan secara online. Oleh karena itulah menurut Tri, pelaku usaha restoran mengalihkan bisnisnya melalui ranah online.
"Pemain kuliner saya kira harus mengalihkan pola pasarnya. Kalau melalui restoran hanya 20%, 80%-nya harus masuk ke ranah online," katanya.
Mengalihkan penjualan ke ranah online ini tak hanya berlaku untuk pengusaha kuliner saja, bidang lain pun dapat melakukannya. Apalagi saat ini di masa PSBB pemerintah tetap mengizinkan ojek online untuk mengantar makanan atau barang.
"Saya kira itu memudahkan. Dan orang yang mau usaha dengan modal ringan, ini bisa menjadi suatu peluang. Selain aksi sosial bisa juga membuka peluang pasar yang besar. Jadi para reseller atau tenaga penjualnya kita berikan komisi tertentu dan kita ajarkan melalui online, saya rasa sangat memungkinkan," ujar Tri.
Sumber :
https://wolipop.detik.com/worklife/d-4982852/ada-corona-ini-ide-bisnis-yang-banyak-dicari-orang-menurut-pakar
Saturday, May 30, 2020
Tangkap Peluang Bisnis Baru
New Normal Buka Kesempatan Pengusaha Tangkap Peluang Bisnis Baru
Wiyono Pontjoharyo Dosen Ekonomi Akutansi Universitas Surabaya (Ubaya), mengatakan, era New Normal ini membuka peluang bagi pengusaha untuk menangkap peluang bisnis baru, seperti memanfaatkan teknologi baik sosial media maupun medium yang lain untuk menawarkan produk mereka.
Menurutnya, New Normal sedikit banyak akan mengubah pola distribusi dari produsen ke konsumen menjadi lebih pendek. Ini dikarenakan dengan adanya adanya tatanan hidup baru selama pandemi Covid-19 berlangsung, pola interaksi langsung semakin terbatas dan masyarakat lebih memilih memanfaatkan teknologi untuk memenuhi keperluan mereka.
“Secara manusiawi, sejak pandemi ini interaksi manusia semakin turun. Kalau bicara New Normal, interaksi langsung turun tapi IT makin gencar. Bisnis yang berhubungan dengan hal-hal tersebut akan makin terpengaruh,” kata Wiyono kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (30/5/2020).
Ia juga mengatakan, tidak ada pilihan bagi pelaku bisnis untuk beradaptasi dengan konsep bisnisnya karena tidak ada yang tahu kapan pandemi benar-benar akan berakhir. Bahkan, mereka harus menyiapkan diri paling tidak satu tahun ke depan sebagai bentuk transisi pola bisnis sebelum dan pascapandemi Covid-19.
Untuk itu, lanjut Wiyono, penting bagi pelaku bisnis untuk memulai perubahan mulai dari sekarang. Karena krisis akan menjadi keuntungan sendiri jika mereka lebih responsif dalam menangkap peluang.
“Maka ini sudah proses penyesuaian siapapun yang lebih responsif melihat opportunity (kesempatan) bagi orang-orang muda, itu kalau mereka mau produktif,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan teknologi, rangkaian distribusi yang biasanya bisa sampai 6-7 tingkat, maka sekarang dapat lebih cepat. Ia menambahkan, meski nantinya pandemi berakhir dan kembali ke situasi normal, maka situasi normal tersebut akan berbeda tidak lagi sama dengan situasi normal seperti sebelum pandemi.
Sehingga menurutnya, tidak masalah jika pelaku bisnis mulai bereksperimen mengubah konsep bisnisnya mulai dari sekarang dengan memanfaatkan media online.
“Kalau dari segi ekonomi, nanti akan kembali ke kondisi normal tapi formatnya agak berbeda. Seperti delivery langsung, sekarang jadi tidak langsung. Itulah pentingnya teknologi semakin menjangkau konsumen,” tambahnya.
Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2020/new-normal-buka-kesempatan-pengusaha-tangkap-peluang-bisnis-baru/
Wiyono Pontjoharyo Dosen Ekonomi Akutansi Universitas Surabaya (Ubaya), mengatakan, era New Normal ini membuka peluang bagi pengusaha untuk menangkap peluang bisnis baru, seperti memanfaatkan teknologi baik sosial media maupun medium yang lain untuk menawarkan produk mereka.
Menurutnya, New Normal sedikit banyak akan mengubah pola distribusi dari produsen ke konsumen menjadi lebih pendek. Ini dikarenakan dengan adanya adanya tatanan hidup baru selama pandemi Covid-19 berlangsung, pola interaksi langsung semakin terbatas dan masyarakat lebih memilih memanfaatkan teknologi untuk memenuhi keperluan mereka.
“Secara manusiawi, sejak pandemi ini interaksi manusia semakin turun. Kalau bicara New Normal, interaksi langsung turun tapi IT makin gencar. Bisnis yang berhubungan dengan hal-hal tersebut akan makin terpengaruh,” kata Wiyono kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (30/5/2020).
Ia juga mengatakan, tidak ada pilihan bagi pelaku bisnis untuk beradaptasi dengan konsep bisnisnya karena tidak ada yang tahu kapan pandemi benar-benar akan berakhir. Bahkan, mereka harus menyiapkan diri paling tidak satu tahun ke depan sebagai bentuk transisi pola bisnis sebelum dan pascapandemi Covid-19.
Untuk itu, lanjut Wiyono, penting bagi pelaku bisnis untuk memulai perubahan mulai dari sekarang. Karena krisis akan menjadi keuntungan sendiri jika mereka lebih responsif dalam menangkap peluang.
“Maka ini sudah proses penyesuaian siapapun yang lebih responsif melihat opportunity (kesempatan) bagi orang-orang muda, itu kalau mereka mau produktif,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan teknologi, rangkaian distribusi yang biasanya bisa sampai 6-7 tingkat, maka sekarang dapat lebih cepat. Ia menambahkan, meski nantinya pandemi berakhir dan kembali ke situasi normal, maka situasi normal tersebut akan berbeda tidak lagi sama dengan situasi normal seperti sebelum pandemi.
Sehingga menurutnya, tidak masalah jika pelaku bisnis mulai bereksperimen mengubah konsep bisnisnya mulai dari sekarang dengan memanfaatkan media online.
“Kalau dari segi ekonomi, nanti akan kembali ke kondisi normal tapi formatnya agak berbeda. Seperti delivery langsung, sekarang jadi tidak langsung. Itulah pentingnya teknologi semakin menjangkau konsumen,” tambahnya.
Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2020/new-normal-buka-kesempatan-pengusaha-tangkap-peluang-bisnis-baru/
Sunday, May 24, 2020
Sektor UMKM Paling Cepat Bangkit Saat New Normal
Sektor Mana yang Paling Cepat Bangkit Saat New Normal?
23/05/2020
Pengusaha Sandiaga Uno mengungkapkan sektor usaha yang paling cepat bangkit di tengah konsep normal yang baru atau new normal akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Sandiaga mengatakan, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM) merupakan salah satu sektor yang bakal cepat bangkit dan beradaptasi dengan new normal. Sebab menurut dia, UMKM bisa dengan cepat mengadaptasi digitalisasi dari berbagai aspek bisnisnya.
"Jadi bukan hanya dengan jualan online saja, tetapi semua aspek bisnis prosesnya masuk ke proses digital, mereka bisa survive dengan membangun ekosistem digital," jelas Sandiaga dalam sebuah dikusi melalui video conference, Jumat (22/5/2020) malam.
Lebih lanjut dia menjelaskan, UMKM yang bisa dengan cepat beradaptasi adalah sektor konsumsi dan lebih kerucut lagi di sektor pangan. Pasalnya, pangan masuk dalma kategori sektor yang berbasis kebutuhan dasar.
Menurut Sandiaga, sektor tersebut bakal bisa cepat bangkit, namun dengan dukungan dari otoritas terkait. "Kalau menurut saya di sektor konsumsi kemudian kalau dikerucutkan lagi di pangan karena ini akan menjadi suatu sektor yang akan cepat rebound," jelas Sandiaga.
Sebelumnya, Sandiaga sempat mengatakan di masa-masa krisis seperti saat ini, pemerintah Indonesia berada di dalam kondisi yang sulit. Berbagai kebijakan yang diambil bagaikan buah simalakama. Pasalnya, dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kegiatan sosial ekonomi masyarakat terhenti, yang mengorbankan banyak lapangan kerja serta UMKM.
Di sisi lain, jika pemerintah memutuskan untuk melonggarkan PSBB, maka harus berhadapan dengan risiko kondisi kesehatan masyarakat. Namun demikian, bagi dia dibanding melandaskan pemutusan kebijakan dari data-data perekonomian, pemerintah seharusnya lebih berpegang pada data-data kesehatan.
"Ini memang menjadi buah simalakama bagi para pembuat kebijakan yang sangat strategis, kebijakan publik. Tapi buat saya simpel, semua kebijakan harus berbasis data. Data yang kali ini harus digunakan, yanng menjadi landasan adalah data-data dari tim medis, tenaga kesehatan, dokter, atau ahli yang menyatakan kita sudah bisa melewati masa-masa kritis atau masa-masa puncak sehinga bisa melakukan relaksasi," papar Sandiaga.
Sumber :
https://money.kompas.com/read/2020/05/23/182700826/sektor-mana-yang-paling-cepat-bangkit-saat-new-normal-ini-kata-sandiaga?page=all#page2.
23/05/2020
Pengusaha Sandiaga Uno mengungkapkan sektor usaha yang paling cepat bangkit di tengah konsep normal yang baru atau new normal akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Sandiaga mengatakan, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM) merupakan salah satu sektor yang bakal cepat bangkit dan beradaptasi dengan new normal. Sebab menurut dia, UMKM bisa dengan cepat mengadaptasi digitalisasi dari berbagai aspek bisnisnya.
"Jadi bukan hanya dengan jualan online saja, tetapi semua aspek bisnis prosesnya masuk ke proses digital, mereka bisa survive dengan membangun ekosistem digital," jelas Sandiaga dalam sebuah dikusi melalui video conference, Jumat (22/5/2020) malam.
Lebih lanjut dia menjelaskan, UMKM yang bisa dengan cepat beradaptasi adalah sektor konsumsi dan lebih kerucut lagi di sektor pangan. Pasalnya, pangan masuk dalma kategori sektor yang berbasis kebutuhan dasar.
Menurut Sandiaga, sektor tersebut bakal bisa cepat bangkit, namun dengan dukungan dari otoritas terkait. "Kalau menurut saya di sektor konsumsi kemudian kalau dikerucutkan lagi di pangan karena ini akan menjadi suatu sektor yang akan cepat rebound," jelas Sandiaga.
Sebelumnya, Sandiaga sempat mengatakan di masa-masa krisis seperti saat ini, pemerintah Indonesia berada di dalam kondisi yang sulit. Berbagai kebijakan yang diambil bagaikan buah simalakama. Pasalnya, dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kegiatan sosial ekonomi masyarakat terhenti, yang mengorbankan banyak lapangan kerja serta UMKM.
Di sisi lain, jika pemerintah memutuskan untuk melonggarkan PSBB, maka harus berhadapan dengan risiko kondisi kesehatan masyarakat. Namun demikian, bagi dia dibanding melandaskan pemutusan kebijakan dari data-data perekonomian, pemerintah seharusnya lebih berpegang pada data-data kesehatan.
"Ini memang menjadi buah simalakama bagi para pembuat kebijakan yang sangat strategis, kebijakan publik. Tapi buat saya simpel, semua kebijakan harus berbasis data. Data yang kali ini harus digunakan, yanng menjadi landasan adalah data-data dari tim medis, tenaga kesehatan, dokter, atau ahli yang menyatakan kita sudah bisa melewati masa-masa kritis atau masa-masa puncak sehinga bisa melakukan relaksasi," papar Sandiaga.
Sumber :
https://money.kompas.com/read/2020/05/23/182700826/sektor-mana-yang-paling-cepat-bangkit-saat-new-normal-ini-kata-sandiaga?page=all#page2.
Saturday, May 23, 2020
Pengusaha Muda Dukung Erick Prioritaskan Proyek Rp 14 M ke UKM
Sabtu, 23 Mei 2020
Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk melibatkan pihak swasta dalam menggarap proyek dalam negeri di bawah Rp 14 miliar kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), disambut baik oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming.
Maming menyebutkan, perusahaan swasta memiliki peranan besar dalam membantu pemerintah mengelola sejumlah proyek pembangunan dalam negeri. Selain itu, dirinya menyebutkan sudah saatnya para UMKM diberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkarya dan mengembangkan usahanya.
"Kami mendukung penuh keputusan Menteri BUMN untuk menggandeng perusahaan swasta dalam menggarap proyek-proyek pembangunan dalam negeri kepada pelaku UMKM. Sudah saatnya para pengusaha UMKM diberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkarya dan berkontribusi untuk negara. Lagi pula, perusahaan swasta memiliki peranan penting untuk meningkatkan neraca perdagangan yang diperlukan untuk membiayai pembangunan," papar Maming dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5/2020).
Lebih lanjut, Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan tersebut mengungkapkan bahwa di HIPMI terdapat banyak UMKM dan startup yang berpotensi untuk berkembang namun kerap kali kesempatan mereka untuk bersinergi dengan pemerintah terbentur dengan masalah persaingan tidak sehat dan praktik monopoli.
"Perlu support maksimal dari pemerintah agar ke depannya generasi muda tidak ragu untuk jadi pengusaha. Di HIPMI sendiri mayoritas terdiri dari pelaku UMKM dan startup, mereka memiliki keahlian dan menguasai bidang usaha masing-masing, namun potensi ini sering kali belum tersentuh karena minimnya kesempatan untuk bersinergi dengan pemerintah," imbuh Maming.
Dengan keputusan ini, Maming berharap, pemerintah dapat membuat skema kerjasama dengan perusahaan swasta dan melibatkan pihak swasta dalam setiap perencanaan pembangunan infrastruktur publik. Sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dikatakan Maming, akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.
"Keuntungan yang didapatkan pemerintah antara lain dapat mengurangi belanja APBN dan pinjaman, tidak menimbulkan utang dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam mengentaskan pengangguran. Sementara untuk pihak swasta, mereka dapat memperoleh kompensasi secara langsung atau tidak langsung dan mendapatkan pengakuan atas kinerjanya, sehingga dapat memudahkan perusahaan dalam menjaring relasi bisnis ke depannya," pungkas Maming.
Sebelumnya, Erick menyatakan bahwa BUMN dilarang mengikuti tender proyek di bawah Rp 14 miliar. Proyek di bawah nilai tersebut harus dikerjasamakan dengan UMKM. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menghapus praktik monopoli proyek dan membantu pelaku UMKM agar dapat lebih berkembang.
Sumber :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-5026286/pengusaha-muda-dukung-erick-prioritaskan-proyek-rp-14-m-ke-ukm
Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk melibatkan pihak swasta dalam menggarap proyek dalam negeri di bawah Rp 14 miliar kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), disambut baik oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming.
Maming menyebutkan, perusahaan swasta memiliki peranan besar dalam membantu pemerintah mengelola sejumlah proyek pembangunan dalam negeri. Selain itu, dirinya menyebutkan sudah saatnya para UMKM diberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkarya dan mengembangkan usahanya.
"Kami mendukung penuh keputusan Menteri BUMN untuk menggandeng perusahaan swasta dalam menggarap proyek-proyek pembangunan dalam negeri kepada pelaku UMKM. Sudah saatnya para pengusaha UMKM diberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkarya dan berkontribusi untuk negara. Lagi pula, perusahaan swasta memiliki peranan penting untuk meningkatkan neraca perdagangan yang diperlukan untuk membiayai pembangunan," papar Maming dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5/2020).
Lebih lanjut, Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan tersebut mengungkapkan bahwa di HIPMI terdapat banyak UMKM dan startup yang berpotensi untuk berkembang namun kerap kali kesempatan mereka untuk bersinergi dengan pemerintah terbentur dengan masalah persaingan tidak sehat dan praktik monopoli.
"Perlu support maksimal dari pemerintah agar ke depannya generasi muda tidak ragu untuk jadi pengusaha. Di HIPMI sendiri mayoritas terdiri dari pelaku UMKM dan startup, mereka memiliki keahlian dan menguasai bidang usaha masing-masing, namun potensi ini sering kali belum tersentuh karena minimnya kesempatan untuk bersinergi dengan pemerintah," imbuh Maming.
Dengan keputusan ini, Maming berharap, pemerintah dapat membuat skema kerjasama dengan perusahaan swasta dan melibatkan pihak swasta dalam setiap perencanaan pembangunan infrastruktur publik. Sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dikatakan Maming, akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.
"Keuntungan yang didapatkan pemerintah antara lain dapat mengurangi belanja APBN dan pinjaman, tidak menimbulkan utang dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam mengentaskan pengangguran. Sementara untuk pihak swasta, mereka dapat memperoleh kompensasi secara langsung atau tidak langsung dan mendapatkan pengakuan atas kinerjanya, sehingga dapat memudahkan perusahaan dalam menjaring relasi bisnis ke depannya," pungkas Maming.
Sebelumnya, Erick menyatakan bahwa BUMN dilarang mengikuti tender proyek di bawah Rp 14 miliar. Proyek di bawah nilai tersebut harus dikerjasamakan dengan UMKM. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menghapus praktik monopoli proyek dan membantu pelaku UMKM agar dapat lebih berkembang.
Sumber :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-5026286/pengusaha-muda-dukung-erick-prioritaskan-proyek-rp-14-m-ke-ukm
Wednesday, May 20, 2020
Moment Coffee & Space
Trik Stefano Rahadian Gaet Pengunjung ke Moment Coffee & Space
Menjadi pengusaha adalah tantangan tersendiri bagi sosok ganteng ini. Namanya Stefano Rahadian. Dialah pemilik Moment Coffee & Space. Bisnis kuliner adalah dunia baru bagi lelaki lulusan S1 Manajemen Universitas Diponegoro Semarang itu.
Bagi pengusaha pemula, menjajal dunia baru untuk menciptakan sebuah usaha memang nggak mudah. Namun, dengan keuletan dan visi yang dipegangnya, coffee shop itu tetap berdiri, bahkan kian semerbak aroma keuntungannya.
Filosofi
Dalam memulai bisnis, Stefano memang selalu memikirkan semua detailnya, termasuk perihal nama kedai. Dia mengaku memiliki filosofi tersendiri mengenai kedai yang diberi nama "Momen Coffee" tersebut.
“Filosofinya, dari Moment Coffee siapa pun bisa menikmati 'momen' bareng teman, keluarga, atau siapa pun, sehingga menikmati kopi jadi momen nggak terlupakan,” tuturnya.
Sementara, pemuda kelahiran Semarang, 21 Juli 1994, itu menambahkan, "space" yang juga tertera dalam nama kedainya itu menandakan bahwa kedainya cukup luas, baik indoor maupun outdoor.
“Ya, kebetulan di sini bangunannya memiliki halaman yang luas sehingga enak untuk dibuat bersantai. Bahkan ketika cuaca Semarang sedang teduh-teduhnya, tempat outdoor selalu ramai customer,” ujar Stefano.
Sediakan Space
Tempat yang luas memang menjadi salah satu andalan Stefano untuk menggaet pelanggan. Nggak sedikit pengunjung yang memanfaatkan Moment Coffee untuk menggelar pelbagai acara atau meeting. Syaratnya? Bikin reservasi dulu ya, Millens. Biayanya Rp 250 ribu, ini belum termasuk food and beverage.
Belakangan, sejumlah komunitas mulai memanfaatkan space di sana, di antaranya komunitas fotografi atau para pencinta kopi. Bahkan, ada juga yang menyewa untuk prewedd, loh. Hm, unik!
Agenda Rutin
Selain tempat yang luas dan kopi yang enak, Stefano juga mengadakan agenda rutin "Moment Bareng Belajar Ngopi" yang digelar antara 1-2 bulan sekali. Ini berguna untuk "mengikat" pelanggan agar ada kedekatan personal. Hingga kini, agenda tersebut sudah berlangsung empat kali.
Nah, kalau tertarik belajar tentang kopi, kamu juga boleh datang langsung ke kedai tersebut atau pantau kegiatan merega via akun Instagram @momentcoffee.smg.
Omzet
Stefano mengaku saat ini mampu menghasilkan omzet antara Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per hari dari kedai yang dia dirikan pada 26 Oktober 2017 tersebut. Ini tentu bukanlah hasil yang kecil. Namun, sebagai kedai andalan para pencinta kopi dan tempat nongkrong favorit anak muda, nggak heran kalau kedai kopi tesebut berkembang begitu pesat.
Yeah, usaha memang nggak pernah mengkhianati hasil ya, Mas Stefano. Sukses terus dengan bisnis coffee shop-nya ya!
Sumber :
https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/perlu-space-untuk-acaramu-datang-saja-ke-moment-coffee-space
Friday, May 15, 2020
UMKM Beralih ke Toko Online
Imbas Corona, Menkominfo Minta UMKM Beralih ke Toko Online
CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 23:44 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mulai beralih menjajakan produk mereka ke platform digital.
Menurut Menkominfo Johnny G. Plate, lebih dari 60 persen dari Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP atau nilai pasar semua barang dan jasa) Indonesia disumbangkan oleh sektor UMKM.
Apalagi saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19) mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas di rumah dan serba online.
"Di sini lah konteks yang penting di mana UMKM memainkan peran yang sangat penting. Kita tahu tahun 2019, UMKM/UMi (pembiayaan ultra mikro) berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB atau GDP Indonesia," kata Johnny saat acara Grab Ventures Velocity Batch 3 secara virtual, Jumat (15/5).
"Dengan Covid-19, kita suka atau tidak suka, transformasi offline ke online itu menjadi dipercepat. Ini suatu realita yang sekarang ini nyata," sambungnya.
Lebih lanjut, Johnny menyebut berdasarkan data internal yang ia terima, dari total 64 juta pelaku UMKM, sekitar 8 sampai 9 juta yang sudah beralih ke online. Berkaca dari data tersebut, ia mengatakan pemerintah punya tugas besar untuk mengajak UMKM bermigrasi dari metode konvensional.
"Di situasi yang sulit ini memang banyak sekali tantangan tetapi juga banyak kesempatan untuk mempercepat perwujudan masyarakat digital," pungkas Johnny.
Menanggapi pernyataan Menteri Johnny tersebut, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengakui pelaku UMKM yang masih bertahan di masa pandemi virus corona ini yang sudah beralih ke layanan daring.
Teten pun mengiyakan kalau pandemi virus corona ini seharusnya menjadi momentum para pelaku bisnis konvensional untuk siap beralih ke digital.
"Belajar dari pandemi Covid-19, ini yang bertahan (pelaku UMKM) yang sudah terhubung dengan market online maka transformasi UMKM ke digital ini momentum," kata Teten yang juga menghadiri acara Grab Ventures Velocity Batch 3.
"Jadi, pak presiden (Joko Widodo) sudah memerintahkan saya untuk membuat rencana kerja yang lebih terukur terutama jumlah UMKM yang sekarang sekitar 8 juta yang sudah terhubung dengan market online, ke depan harus lebih banyak," pungkasnya.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200515161428-185-503837/imbas-corona-menkominfo-minta-umkm-beralih-ke-toko-online
CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 23:44 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mulai beralih menjajakan produk mereka ke platform digital.
Menurut Menkominfo Johnny G. Plate, lebih dari 60 persen dari Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP atau nilai pasar semua barang dan jasa) Indonesia disumbangkan oleh sektor UMKM.
Apalagi saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19) mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas di rumah dan serba online.
"Di sini lah konteks yang penting di mana UMKM memainkan peran yang sangat penting. Kita tahu tahun 2019, UMKM/UMi (pembiayaan ultra mikro) berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB atau GDP Indonesia," kata Johnny saat acara Grab Ventures Velocity Batch 3 secara virtual, Jumat (15/5).
"Dengan Covid-19, kita suka atau tidak suka, transformasi offline ke online itu menjadi dipercepat. Ini suatu realita yang sekarang ini nyata," sambungnya.
Lebih lanjut, Johnny menyebut berdasarkan data internal yang ia terima, dari total 64 juta pelaku UMKM, sekitar 8 sampai 9 juta yang sudah beralih ke online. Berkaca dari data tersebut, ia mengatakan pemerintah punya tugas besar untuk mengajak UMKM bermigrasi dari metode konvensional.
"Di situasi yang sulit ini memang banyak sekali tantangan tetapi juga banyak kesempatan untuk mempercepat perwujudan masyarakat digital," pungkas Johnny.
Menanggapi pernyataan Menteri Johnny tersebut, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengakui pelaku UMKM yang masih bertahan di masa pandemi virus corona ini yang sudah beralih ke layanan daring.
Teten pun mengiyakan kalau pandemi virus corona ini seharusnya menjadi momentum para pelaku bisnis konvensional untuk siap beralih ke digital.
"Belajar dari pandemi Covid-19, ini yang bertahan (pelaku UMKM) yang sudah terhubung dengan market online maka transformasi UMKM ke digital ini momentum," kata Teten yang juga menghadiri acara Grab Ventures Velocity Batch 3.
"Jadi, pak presiden (Joko Widodo) sudah memerintahkan saya untuk membuat rencana kerja yang lebih terukur terutama jumlah UMKM yang sekarang sekitar 8 juta yang sudah terhubung dengan market online, ke depan harus lebih banyak," pungkasnya.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200515161428-185-503837/imbas-corona-menkominfo-minta-umkm-beralih-ke-toko-online
Thursday, May 7, 2020
Es Krim Gelato Felice
Gelato Felice Pekalongan memiliki seratus varian rasa es krim lezat yang bisa menggoyang lidah penikmatnya. Es krim berbasis Itali ini menggunakan buah asli dan manisnya bikin ketagihan.
Demikian disampaikan Sales Promotion Girl (SPG) Gelato Felice Pekalongan, Ainani Tajriyan kepada Radar, Selasa (6/3). “Untuk menikmati es krim lezat di tempat kami harganya bervariasi, untuk satu rasa satu scoop seharga Rp15.000, dua rasa dua scoop seharga Rp25.000, dan tiga scoop tiga rasa seharga Rp35.000. Es krim ini bisa dibungkus untuk dibawa pulang,” tandasnya.
Es krim Felice ini disajikan dalam kemasan cup dan corn. Pembeli bisa memilih sesuai keinginan. Hard ice cream ini ketika dinikmati lembut di lidah, perpaduan tiap varian rasa dan manisnya pas. “Rasa yang sedang digandrungi yakni durian dan frutty yoghurt,” katanya.
Varian rasa yang ditawarkan di outlet es krim milik kafe Felice Bandar, Kabupaten Batang ini yakni matcha, thai tea, choco rocks, cookies, taro, tiramisu, mocha almond, black forrest, durian, strwberry milk, mangga kweni, dan masih banyak lagi.
Outlet Gelato Felice berada di lantai dua Plaza Pekalongan, setia hari buka mulai pukul sepuluh pagi sampai dengan sepuluh malam. “Rencana ke depannya Gelato Felice akan buka di Tegal dengan menyajikan aneka varian rasa es krim lezat,” pungkasnya.
Sumber :
https://radarpekalongan.co.id/20018/miliki-100-varian-rasa-es-krim/
Saturday, May 2, 2020
Bisnis Anjlok akibat Pandemi Corona, UMKM Bisa Ubah Strategi Usaha
15/4/2020
Riset dari startup penyedia layanan kasir digital Moka mengungkapkan, pendapatan UMKM sektor kuliner, ritel fesyen, dan layanan kecantikan turun lebih dari 30% selama pandemi virus corona. Penurunan ini seiring perubahan perilaku konsumen yang cenderung mengandalkan layanan online terutama dengan kebijakan pemerintah untuk bekerja dan belajar di rumah.
Data Analysts Moka Hutami Nadya mengatakan dampak negatif pandemi dirasakan paling signifikan oleh UMKM yang masih menjalankan usahanya secara offline.
"Di semua sektor mengalami penurunan, dampak paling besar di toko offline," kata dia dalam konferensi video pada Rabu (15/4). Sektor kuliner mengalami penurunan pendapatan harian mencapai 37%. Sektor ritel fesyen turun 35%, sedangkan layanan kecantikan anjlok 43%.
"Order makan langsung di restoran menurun," kata dia. Sebelum pandemi, order langsung di restoran bisa mencapai 80% dari total orderan. Namun turun menjadi 60% selama pandemi. Di sisi lain, data Moka menunjukkan penggunaan jasa layanan antar makanan meningkat hingga 30%.
Menurut Hutami, UMKM di sektor kuliner harus cermat memperhatikan tren untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Salah satunya, tren masyarakat yang memilih memasak di rumah.
"UMKM kuliner dapat mengubah bisnis dengan menyediakan bahan baku makanan siap masak menggunakan opsi jasa pengantaran untuk mendukung social distancing," kata dia.
Lalu pada sektor ritel fesyen, penurunan terjadi karena UMKM di sektor ritel belum bisa memaksimalkan layanan online. Untuk mendorong transaksi, UMKM dapat mendorong penjualan online.
Sementara pada bisinis layanan kecantikan, Moka menyarakan agar UMKM bisa mengubah layanan jasa menjadi produk yang bisa digunakan oleh konsumen di rumah. Sejalan dengan riset dari Moka, riset dari SurveySensum menunjukkan penurunan drastis akitivitas konsumen di luar rumah selama pandemi corona.
"Sekitar 90% konsumen merasa kehidupan sehari-harinya terganggu sejak merebaknya covid-19," kata CEO SurveySensum Rajiv Lamba dalam siaran pers pada Rabu (15/4).
Dari total konsumen yang disurvei, 76% konsumen mengurangi frekuensi pergi ke pusat perbelanjaan. Sebanyak 73% konsumen juga tidak berlibur sejak darurat COVID-19. Aktivitas lain yang lebih jarang dilakukan konsumen yaitu berkumpul dengan teman-teman mereka serta makan di luar rumah.
Aktivitas konsumen yang lebih banyak di rumah, menurut dia, sebenarnya dapat menjadi kesempatan bagi industri digital untuk berkembang lebih cepat. Konsumen kini lebih terbuka dengan dunia digital dan aktifitas online.
Pandemi corona juga membuat produk melalui pembelian online yang menjadi incaran konsumen beralih menjadi kebutuhan pokok dan produk kesehatan. Rajiv menyarankan pelaku usaha untuk semakin mengoptimalkan keberadaan produknya di pasar online.
"Fokus meningkatkan pertumbuhan penjualan online mutlak harus dilakukan mengingat konsumen pun mulai terbuka dengan pilihan berbelanja online," kata Rajiv.
Sumber :
https://katadata.co.id/berita/2020/04/15/bisnis-anjlok-akibat-pandemi-corona-umkm-bisa-ubah-strategi-usaha
Riset dari startup penyedia layanan kasir digital Moka mengungkapkan, pendapatan UMKM sektor kuliner, ritel fesyen, dan layanan kecantikan turun lebih dari 30% selama pandemi virus corona. Penurunan ini seiring perubahan perilaku konsumen yang cenderung mengandalkan layanan online terutama dengan kebijakan pemerintah untuk bekerja dan belajar di rumah.
Data Analysts Moka Hutami Nadya mengatakan dampak negatif pandemi dirasakan paling signifikan oleh UMKM yang masih menjalankan usahanya secara offline.
"Di semua sektor mengalami penurunan, dampak paling besar di toko offline," kata dia dalam konferensi video pada Rabu (15/4). Sektor kuliner mengalami penurunan pendapatan harian mencapai 37%. Sektor ritel fesyen turun 35%, sedangkan layanan kecantikan anjlok 43%.
"Order makan langsung di restoran menurun," kata dia. Sebelum pandemi, order langsung di restoran bisa mencapai 80% dari total orderan. Namun turun menjadi 60% selama pandemi. Di sisi lain, data Moka menunjukkan penggunaan jasa layanan antar makanan meningkat hingga 30%.
Menurut Hutami, UMKM di sektor kuliner harus cermat memperhatikan tren untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Salah satunya, tren masyarakat yang memilih memasak di rumah.
"UMKM kuliner dapat mengubah bisnis dengan menyediakan bahan baku makanan siap masak menggunakan opsi jasa pengantaran untuk mendukung social distancing," kata dia.
Lalu pada sektor ritel fesyen, penurunan terjadi karena UMKM di sektor ritel belum bisa memaksimalkan layanan online. Untuk mendorong transaksi, UMKM dapat mendorong penjualan online.
Sementara pada bisinis layanan kecantikan, Moka menyarakan agar UMKM bisa mengubah layanan jasa menjadi produk yang bisa digunakan oleh konsumen di rumah. Sejalan dengan riset dari Moka, riset dari SurveySensum menunjukkan penurunan drastis akitivitas konsumen di luar rumah selama pandemi corona.
"Sekitar 90% konsumen merasa kehidupan sehari-harinya terganggu sejak merebaknya covid-19," kata CEO SurveySensum Rajiv Lamba dalam siaran pers pada Rabu (15/4).
Dari total konsumen yang disurvei, 76% konsumen mengurangi frekuensi pergi ke pusat perbelanjaan. Sebanyak 73% konsumen juga tidak berlibur sejak darurat COVID-19. Aktivitas lain yang lebih jarang dilakukan konsumen yaitu berkumpul dengan teman-teman mereka serta makan di luar rumah.
Aktivitas konsumen yang lebih banyak di rumah, menurut dia, sebenarnya dapat menjadi kesempatan bagi industri digital untuk berkembang lebih cepat. Konsumen kini lebih terbuka dengan dunia digital dan aktifitas online.
Pandemi corona juga membuat produk melalui pembelian online yang menjadi incaran konsumen beralih menjadi kebutuhan pokok dan produk kesehatan. Rajiv menyarankan pelaku usaha untuk semakin mengoptimalkan keberadaan produknya di pasar online.
"Fokus meningkatkan pertumbuhan penjualan online mutlak harus dilakukan mengingat konsumen pun mulai terbuka dengan pilihan berbelanja online," kata Rajiv.
Sumber :
https://katadata.co.id/berita/2020/04/15/bisnis-anjlok-akibat-pandemi-corona-umkm-bisa-ubah-strategi-usaha
Friday, May 1, 2020
6 Tips Facebook dan Jouska agar UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Corona
26/3/2020
Pandemi corona bukan hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga operasional Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Facebook, Jouska, dan Shopee membagikan enam tips untuk meningkatkan pendapatan saat Ramadan ketika ada pandemi.
Ramadan menjadi momen bagi UMKM, terutama kuliner meningkatkan transaksi. Pada periode ini hingga lebaran, pendapatan masyarakat meningkat. Hanya, Ramadan tahun ini dibarengi dengan pandemi corona.
Facebook pun membagikan tips bagi UMKM agar tetap bisa meraup keuntungan saat Ramadan, meski virus corona mewabah.
Pertama, memastikan ada uang tunai (cashflow). “Harus ada cashflow yang cukup untuk bisa bertahan,” kata Kepala Pemasaran Facebook Indonesia Hilda Kitti saat video conference, Kamis (26/3).
Kedua, menjangkau konsumen yang tidak bisa ke luar rumah guna menekan penyebaran virus corona alias physical distancing. Caranya, dengan membuat akun di beberapa e-commerce supaya tetap bisa berhubungan dengan konsumen.
“Bisa dicari lebih banyak mitra logistik, supaya bisa diantar sampai ke rumah,” kata Hilda.
Ketiga, mengubah strategi pemasaran supaya sesuai dengan arahan pemerintah. Salah satunya, membangun platform percakapan (chat) untuk menjangkau konsumen.
Keempat, menyesuaikan kebutuhan konsumen saat Ramadan di tengah pandemi corona. “Bagaimana bisnis itu peduli dan bisa berkomunikasi dangan konsumen saat bulan puasa, sesuai dengan insight, apa yang mereka inginkan,” katanya.
Pada kesempatan yang berbeda, Co-Founder and Vice-CEO Jouska Indonesia Farah Dini Novita juga membagikan tips bagi UMKM agar bertahan di tengah pandemi corona.
Tips kelima, yakni membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini. “Sesuaikan inovasi dengan kebutuhan masyarakat pada situasi ini," ujar Farah. Ia mencontohkan, mainan untuk anak banyak dicari karena konsumen tidak ke luar rumah. Hal ini bisa menjadi peluang.
Tips terakhir, memanfaatkan program promosi pada setiap e-commerce. “Manfaatkan semua voucher dan strategi pemasaran yang ada,” kata Public Relations Lead Shopee Aditya Maulana Noverdi.
Sumber :
https://katadata.co.id/berita/2020/03/26/6-tips-facebook-dan-jouska-agar-umkm-bertahan-di-tengah-pandemi-corona
Pandemi corona bukan hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga operasional Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Facebook, Jouska, dan Shopee membagikan enam tips untuk meningkatkan pendapatan saat Ramadan ketika ada pandemi.
Ramadan menjadi momen bagi UMKM, terutama kuliner meningkatkan transaksi. Pada periode ini hingga lebaran, pendapatan masyarakat meningkat. Hanya, Ramadan tahun ini dibarengi dengan pandemi corona.
Facebook pun membagikan tips bagi UMKM agar tetap bisa meraup keuntungan saat Ramadan, meski virus corona mewabah.
Pertama, memastikan ada uang tunai (cashflow). “Harus ada cashflow yang cukup untuk bisa bertahan,” kata Kepala Pemasaran Facebook Indonesia Hilda Kitti saat video conference, Kamis (26/3).
Kedua, menjangkau konsumen yang tidak bisa ke luar rumah guna menekan penyebaran virus corona alias physical distancing. Caranya, dengan membuat akun di beberapa e-commerce supaya tetap bisa berhubungan dengan konsumen.
“Bisa dicari lebih banyak mitra logistik, supaya bisa diantar sampai ke rumah,” kata Hilda.
Ketiga, mengubah strategi pemasaran supaya sesuai dengan arahan pemerintah. Salah satunya, membangun platform percakapan (chat) untuk menjangkau konsumen.
Keempat, menyesuaikan kebutuhan konsumen saat Ramadan di tengah pandemi corona. “Bagaimana bisnis itu peduli dan bisa berkomunikasi dangan konsumen saat bulan puasa, sesuai dengan insight, apa yang mereka inginkan,” katanya.
Pada kesempatan yang berbeda, Co-Founder and Vice-CEO Jouska Indonesia Farah Dini Novita juga membagikan tips bagi UMKM agar bertahan di tengah pandemi corona.
Tips kelima, yakni membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini. “Sesuaikan inovasi dengan kebutuhan masyarakat pada situasi ini," ujar Farah. Ia mencontohkan, mainan untuk anak banyak dicari karena konsumen tidak ke luar rumah. Hal ini bisa menjadi peluang.
Tips terakhir, memanfaatkan program promosi pada setiap e-commerce. “Manfaatkan semua voucher dan strategi pemasaran yang ada,” kata Public Relations Lead Shopee Aditya Maulana Noverdi.
Sumber :
https://katadata.co.id/berita/2020/03/26/6-tips-facebook-dan-jouska-agar-umkm-bertahan-di-tengah-pandemi-corona
Subscribe to:
Comments (Atom)



