Pages

Thursday, June 24, 2021

5 Rahasia Laris Jualan Online

Bos Tokopedia Beberkan 5 Rahasia Laris Jualan Online

Kamis, 24 Jun 2021 14:04 WIB


Platform digital telah membantu masyarakat Indonesia memulai bisnis dengan mudah dan cepat. Ingin bisnis makin laris via jualan online? Nih 5 rahasia laris jualan online.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, membeberkan tips rahasia laris jualan online bagi pemula.


1. Ikut Kelas Bisnis Online Gratis

Penjual bisa mengikuti pendampingan bisnis dalam bentuk kelas online/webinar gratis, salah satunya lewat Sekolah Kilat Seller.

"Di sini, para mentor dari Tokopedia dan sesama pegiat usaha bisa saling berbagi kiat sukses jualan online," jelas Ekhel.

Tema yang dihadirkan beragam, mulai dari cara membuka toko, tips mendapat pesanan pertama, keuntungan berjualan online, membuat konten promo menarik dan lainnya.


2. Pembeli Hanya Butuh 50 Detik untuk Pilih Produk, Terapkan Rumus Ini

"Rata-rata pembeli hanya butuh 50 detik untuk memilih produk yang ingin dilihat lebih lanjut, maka penjual perlu menampilkan foto dan deskripsi produk yang tepat dan menarik," papar Ekhel.

Untuk foto, pastikan cahaya cukup dan gunakan background putih untuk menonjolkan kelebihan produk. Selain itu, penjual bisa menggunakan rumus penamaan produk sebagai berikut: jenis produk + merek + keterangan (model/pola, tipe, atau warna), serta hindari penggunaan karakter atau simbol sulit, untuk memudahkan pembeli menemukan produk.

Penjual juga dapat menggunakan fitur Wawasan Pasar untuk melihat kata kunci yang paling sering digunakan pembeli, produk terlaris, rekomendasi kategori hingga inspirasi tren produk.


3. Manfaatkan Fitur, Jangkau Lebih Banyak Pembeli

Beragam fitur bisa dimanfaatkan demi memaksimalkan penjualan dan menjangkau lebih banyak pembeli di luar pulau. Contohnya, fitur Dekorasi Toko, Voucher Toko, Broadcast Chat, TopAds hingga Bebas Ongkir.

"Fitur Bebas Ongkir, kini sudah bisa diaktifkan oleh seluruh keanggotaan seller di Tokopedia, termasuk Regular Merchant," ujar Ekhel.


4. Gabung Berbagai Kampanye

Mengikuti beragam kampanye di Tokopedia, seperti Kejar Diskon, Tokopedia NYAM, TokoMart hingga festival belanja bulanan Tokopedia Waktu Indonesia Belanja (WIB), bisa membantu penjual menarik lebih banyak pembeli.

"Jumlah pengunjung saat WIB periode Juni-Desember 2020 meningkat hingga 2x lipat. Kami juga mencatat peningkatan penjualan para pegiat usaha hingga lebih dari 3x lipat selama periode 2020 berkat WIB," tambahnya.


5. Pantau Toko Lewat Aplikasi Tokopedia Seller

Demi meningkatkan produktivitas dan mengembangkan bisnis lebih lanjut, penjual bisa memanfaatkan aplikasi Tokopedia Seller.

"Tampilan yang sederhana dan fokus pada menu penjualan membuat penjual dapat mengoptimalkan pengelolaan toko hanya melalui satu aplikasi," tutup Ekhel.


Demikian 5 rahasia laris jualan online. Selamat mencoba.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5618432/bos-tokopedia-beberkan-5-rahasia-laris-jualan-online?tag_from=finance_beritaTerkait

Bisnis Online Jadi Solusi Bertahan saat Pandemi

Bisnis Online Jadi Solusi Bertahan saat Pandemi, Jualan Apa?

Jumat, 25 Jun 2021 08:15 WIB


Lonjakan pandemi COVID-19 mendorong pemerintah memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Skala Mikro (PPKM Mikro). Pengetatan itu membatasi aktivitas masyarakat sekaligus bisnis besar hingga kecil.

Untuk mempertahankan bisnis, Mentor bisnis dan juga salah satu pengusaha IT di Indonesia, Basuki Surodjo mengatakan harus mencoba bisnis online dengan memanfaatkan aplikasi online hingga sosial media.

"Salah satunya cuma via online nggak ada cara lain. Sekarang ini semuanya online, semua sudah terbiasa beli online. Jadi orang-orang kan mengenal online Tokopedia, Shopee, Bukalapak. Memang awalnya terpaksa, tetapi harus siap. mau nggak mau UMKM harus online," tuturnya dalam acara d'Mentor, Kamis (24/6/2021).

Pria yang akrab dengan panggilan Cobaz itu mencontohkan bisnis kuliner yang saat ini banyak digeluti masyarakat di tengah pandemi. Menurutnya bisnis itu tetap masih bisa berjalan di tengah perbatasan dengan memanfaatkan jasa pengiriman makanan dan promosi di sosial media, Instagram hingga Facebook.

"Jadi kalau kuliner kalau saya pelajari juga terutama di teman-teman di bisnis kuliner mau ga mau kita mainnya online. Kita harus sudah terdaftar di Grab Food, Go Food, Shopee Food. Kalau sudah terdaftar di tiga aplikasi tersebut, kita tinggal bikin banner dan dipublikasi di sosial media," terangnya.

Menurutnya pembatasan seharusnya bukan menjadi masalah terutama bisnis kuliner. Cobaz menjelaskan kebanyakan orang juga terbiasa membeli makanan meski bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Jadi yang harus diperkuat yakni digital marketing dari sosial media juga.

"Nah kita harus kuatin di digital marketing kita. Salah satunya promo di sosial media. Kebetulan bisnis saya di Ketapang ini tempatnya agak di belakang dan hampir 80% penjualan online dan omzetnya lumayan ya. Maka teman-teman yang main di bisnis kuliner harus pandai-pandai promo di Instagram, perkuat online kita. Terutama sekarang ini di Instagram," paparnya.

Untuk strategi promosi di sosial media, Cobaz menerangkan tidak ada perbedaan untuk cara promosi bisnisnya. "Kalau saat ini tidak ada perbedaan promosi di TikTok atau Instagram. tetapi yang paling besar saat ini Instagram, setelah itu TikTok, baru terakhir Facebook," pungkasnya.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5619296/bisnis-online-jadi-solusi-bertahan-saat-pandemi-jualan-apa?tag_from=news_mostpop

Tuesday, June 22, 2021

IRT Sukses Buka Usaha Jadi Mitra Marketplace

Kena PHK, IRT Asal Malang Sukses Buka Usaha Jadi Mitra Marketplace

Selasa, 22 Jun 2021 20:06 WIB


Pandemi COVID-19 yang berjalan hampir dua tahun di tanah air telah mengubah hidup banyak orang. Tak sedikit masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan di masa pandemi dan terpaksa putar otak demi memenuhi kebutuhan hidup.

Hal ini juga dirasakan oleh Verra Febriana Kristi yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat imbas pandemi pada 2020 lalu. Ibu Rumah Tangga asal Malang ini mengaku saat di-PHK, ia tengah hamil usia 3 bulan.

Dengan kondisinya saat itu, perempuan berusia 30 tahun ini berpikir akan sulit untuk kembali mencari pekerjaan yang bersedia menerima calon pegawai dengan kondisi hamil. Oleh karena itu, ia pun mencari-cari informasi pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah hingga akhirnya memutuskan banting setir menjadi wirausaha.

"Ketemulah Mitra Tokopedia ini. Saya cari-cari info sendiri, soalnya saya harus punya penghasilan juga nggak bisa bergantung sama suami saja. Soalnya kan kebutuhan rumah tangga untuk saat-saat seperti ini harus semua bekerja," ungkap Verra kepada detikcom, Selasa (22/6/2021).

Verra mengaku kerap menemui tantangan di awal berwirausaha sebagai Mitra Tokopedia, terlebih ini adalah pengalaman pertamanya menjadi wirausaha. Meski demikian, ia mengatakan usaha toko yang dibukanya di rumah ini bisa membantu penghasilannya. Tak hanya itu, ia pun bisa bekerja dari rumah sembari menjaga buah hatinya.

Ibu satu anak ini mengungkap awal mulai menjadi Mitra Tokopedia pada Mei 2020 lalu, ia hanya mengeluarkan modal sebesar Rp 500.000. Modal ini sebagian besar digunakannya untuk berjualan produk digital. Ia merasa terbantu sekali dengan adanya layanan penjualan produk digital Tokopedia seperti isi ulang pulsa, paket data internet, token listrik, BPJS, voucher game, dan lainnya.

Verra mengungkap transaksi produk digital menjadi layanan favorit pelanggan di sekitarnya dan menyumbang penghasilan cukup besar bagi usahanya.

"Paling banyak (transaksi) program digital itu kebanyakan pulsa. Dulu orang-orang harus ke konter HP, di sini lumayan jauh juga konter HP-nya. Begitu di rumah saya buka (Mitra Tokopedia), ya lumayan banyak tetangga yang beli ke sini daripada ke counter," ujarnya.

Tak hanya menjual produk digital, Verra juga menjual berbagai kebutuhan lain seperti sembako di toko miliknya. Ia pun mengaku sebagai seorang wirausaha, dirinya sangat terbantu dengan adanya layanan Mitra Grosir dari Tokopedia. Dengan adanya Mitra Grosir, lanjut Verra, ia tidak perlu khawatir untuk berbelanja stok kebutuhan jualan.

Verra menjelaskan layanan Grosir memberi kemudahan untuk berbelanja online dalam memenuhi stok barang yang dijualnya. Sebab, Mitra Tokopedia akan mengantar langsung barang pesanan ke rumah.

"Soalnya setahu saya dulu kalau belanja diantar ke rumah itu kan khusus pembelian partai besar, nah itu untungnya Mitra Tokopedia. Dia menyediakan (layanan Grosir) untuk pembelanjaan minimal Rp300.000 sudah free ongkir, bahkan tahun lalu minimal Rp50.000 sudah free ongkir," terangnya.

Ia menilai kemudahan belanja grosir secara online yang didapatkannya sebagai Mitra Tokopedia ini sangat membantunya untuk berwirausaha di tengah pandemi. Sebab, ia tak perlu bertemu orang banyak saat berbelanja secara offline.

"Enaknya kalau di Tokopedia dengan Grosir-nya itu saya hemat bensin, nggak bayar parkir, terus juga nggak perlu nutup toko. Karena kalau belanja biasanya mesti nutup toko. Sekarang jadi transaksi lewat HP aja," tutur Verra.

Ia pun merasa diuntungkan dengan banyaknya promo seperti diskon juga cashback yang bisa didapatkannya dari penjualan produk digital. Hingga kini, Verra menyebut bisa melayani lebih dari 100 transaksi per bulannya. Bahkan, ia mengungkap pendapatan usahanya bisa mencapai Rp10 juta dalam satu bulan.

Verra pun berpesan kepada masyarakat lain yang mungkin mengalami PHK atau kesulitan mencari kerja seperti dirinya untuk tetap semangat.

"Yang penting harus tetap optimis untuk bisa dapat penghasilan. Mulai usaha juga bisa dengan modal yang kecil, dan di Mitra Tokopedia itu salah satu aplikasi yang membantu kita untuk memulai usaha dengan modal kecil," pungkasnya.

Sebagai informasi, Mitra Tokopedia adalah aplikasi yang diciptakan untuk pemilik toko, warung, dan individu-individu yang ingin menambah pendapatan. Dengan Mitra Tokopedia, pemilik toko dapat berjualan produk-produk digital. Tokopedia juga memberi kemudahan proses belanja kebutuhan toko atau warung menggunakan fitur Grosir online.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5616333/kena-phk-irt-asal-malang-sukses-buka-usaha-jadi-mitra-marketplace