Pages

Tuesday, September 21, 2021

Tips Sukses UKM saat Pandemi

Tips sukses pelaku UKM di kala pandemi

 Rabu, 22 September 2021 9:22 WIB

Pengunjung melihat-lihat barang yang dipajang pada pameran K-UKM Expo di Grand City Mall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.

Pandemi wabah virus corona tidak hanya banyak memakan korban jiwa, tapi juga ekonomi. Kendati demikian, ada beberapa usaha yang masih bisa dijalani walau hanya berada di dalam rumah. Industri UKM (Usaha Kecil Menengah) menjadi salah satu faktor pendorong lahirnya sharing economy di Indonesia.

"Stay at home economy ditandai dengan pergeseran perilaku masyarakat dalam bertransaksi yang serba daring dan meningkatnya permintaan berbagai produk pendukung aktivitas masyarakat di rumah, seperti makanan beku atau kriya interior," ucap CMO Ninja Xpress Andi Djoewarsa dalam keterangan resminya, Rabu.

Untuk mencapai kesuksesan, para pelaku usaha juga diharuskan memiliki daya saing yang kuat dan juga semangat yang tinggi. Untuk mencapai itu semua, terdapat beberapa tips yang bisa dijalankan sebagai berikut:


1. Ciptakan ide yang kreatif

Ide lahir karena adanya pergerakan yang dilakukan oleh pelaku usaha itu sendiri. Ide tidak akan muncul jika kita hanya menunggu tanpa ada usaha dan kemauan dari diri untuk bergerak mendapatkan ide. Ide kreatif bisa kita ciptakan lewat riset yang tepat.


2. Berkenalan dengan diri sendiri

Dalam hidup ini, kuncinya adalah kenal jati diri kita sendiri dulu; ini juga berlaku ketika kita ingin sukses berbisnis; karena pada dasarnya apapun yang kita jual, sesungguhnya kita sedang “menjual” diri kita.


3. Jalani prinsip happynomics

Berbisnislah dengan azas happynomics: dilakukan dengan happy (senang), bernilai ekonomi, dan secara alami bisa dibayar mahal.


4. Dobrak pola pemikiran lama dan eksekusi sesuai pakem

Ada proses iteration yang berawal dari mencari ide, kemudian disortir, dan dari proses ini akan mendapatkan gambaran baru untuk mendapat hasil yang layak yang dapat dijalankan.


5. Lupakan passion sejenak

Di saat krisis seperti ini, jangan melihat passion terlebih dahulu, kita harus bertahan dengan melakukan hal lain secara kreatif dan secara produktif. Intinya, bagaimana kreativitas kita ini bisa menjadi nilai tambah untuk pelanggan.


Sumber:

https://jatim.antaranews.com/berita/527521/tips-sukses-pelaku-ukm-di-kala-pandemi

Sunday, September 19, 2021

Taufan Febri Pursetyo, Pengusaha Cetakan Kue

Semula Hanya Iseng, Kini Pesanan Mengalir dari Berbagai Daerah

20 SEPTEMBER 2021, 11: 35: 59 WIB 

Taufan menunjukkan beberapa jenis cetakan kue yang siap dikirim ke berbagai daerah, Minggu (19/9). 

Usaha Taufan Febri Pursetyo tetap menggeliat di tengah pagebluk. Industri rumahan berupa cor cetakan kue itu selamat dari dampak pandemi Covid-19. Bahkan, permintaan dari berbagai daerah terus berdatangan.


Bisnis cor cetakan kue Taufan, begitu panggilan akrabnya, terlihat moncer kendati wabah Covid-19 belum berakhir. Dia mengaku, baru mendirikan bisnisnya sejak akhir 2017 lalu. Berbekal blok alumunium dari kawasan Jombang, dia yang semula hanya iseng. Namun, kini usaha justru menjadi mata pencahariannya dan beberapa karyawan. ”Awalnya, ikut saudara karena waktu itu banyak pesanan. Saya iseng belajar. Makin lama, makin banyak permintaan. Akhirnya coba buat usaha sendiri. Di sini kan juga sentranya cetakan kue,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Lingkungan Balongcangkring, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, kemarin.


BERITA MENARIK LAINNYA

Mgid

Mgid

Baca juga: Wisata Lumpuh, Target PAD Terjun Bebas


Awal menjalankan usaha, Taufan mengaku, hanya bisa mempekerjakan tiga orang saja. Seiring berjalannya waktu, permintaan pesanan terus mengalir bahkan membanjiri usahanya.


Tanpa pikir panjang, dia menambah karyawan. Total kini, ada sepuluh orang yang bertugas di masing-masing proses cor cetakan kue miliknya. ”Ada yang bagian mal, kikis, finishing dan packing. Paling banyak di bagian packing ada empat orang,” papar pria 34 tahun itu.


Setiap pekan, ia bisa menerima orderan cetakan kue yang hingga ribuan unit. Itu terdiri dari berbagai macam varian bentuk dan ukuran cetakan. Di antaranya, cetakan kue bolu, kue apem, kue bingka, kue lumpur, kue pukis, kue cubit, terang bulan, telur, hingga donat cair. ”Alhamdulillah tetap bertahan. Apalagi waktu Ramadan kemarin. Permintaan cetakan kue bolu saja sampai 13 ribu pcs. Untuk pekan ini, ada permintaan dari Surabaya sebanyak 5.500 cetakan dari beberapa bentuk,” ungkap Taufan.


Pria yang memiliki master ratusan bentuk cetakan kue tradisional di salah satu sudut rumahnya ini, bahkan masih terus melayani permintaan pasar hingga ke Jawa Tengah. Selain itu, Taufan juga mendapat pesanan rutin dari wilayah Jabodetabek. Yakni dari salah satu supplier yang menjual hasil cetakan cor kuenya dari Purwakarta hingga ke Depok, Jawa Barat. ”Kalau yang jauh sampai ke Semarang, Jateng sana, dan lebih banyak dari Semarang. Kalau permintaan sampai Jakarta atau Depok itu karena ada pemasok yang di Purwakarta. Jadi kirimnya ke sana,” ucap suami Rosi Angga Setyoweni ini.


Meski demikian, Taufan membeberkan, dirinya juga sempat mengalami penurunan omset selama pandemi. Biasanya per minggu, penghasilan Taufan bisa mencapai Rp 25 sampai Rp 30 juta. Namun di awal pandemi, hanya berkisar antara Rp 4 hingga 5 juta per minggu. ”Itu karena permintaannya menurun, tapi hanya sebentar saja. Setelah itu ya kembali lancar lagi seperti awal buka usaha,” sebut bapak dua anak itu.


Disinggung terkait penjualan ke luar negeri, Taufan mengaku masih belum berani. Sebab, selain bahan baku yang masih terbatas, dia juga sering kewalahan menyelesaikan pesanan dari beberapa daerah.


Tetapi, Taufan tak pernah sampai menolak permintaan semua pelanggannya. Paling tidak, jika permintaan banyak, dia akan meminta negosiasi waktu ke pembeli untuk menyelesaikan pesanan sebelumnya. ”Paling saya janjikan kompensasi waktu, nah habis itu terserah pelanggan mau nunggu atau cari cetakan di tempat lain ,” tukasnya. 


Sumber :

https://radarmojokerto.jawapos.com/read/2021/09/20/290654/semula-hanya-iseng-kini-pesanan-mengalir-dari-berbagai-daerah

Tuesday, September 14, 2021

UMKM Harus Masuk Rantai Pasok Nasional

Sebelum Bersaing di Pasar Global, UMKM Harus Masuk Rantai Pasok Nasional

14 Sep 2021, 17:31 WIB

Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk menjalin Kemitraan dengan pelaku usaha besar. Tujuannya agar UMKM bisa berkontribusi dalam rantai pasok nasional hingga global.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut salah satu upaya yang dilakukan KemenkopUKM, yaitu meminta e-commerce untuk menutup akses impor 13 jenis produk yang sebenarnya bisa diproduksi oleh UMKM.

“Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan upaya perlindungan produk lokal UMKM dalam perdagangan online atau perdagangan melalui sistem elektronik. Belum lama ini kami meminta salah satu e-commerce cross border untuk menutup 13 jenis produk yang dapat diproduksi UMKM,” kata Teten dalam Webinar Nasional Umkm Naik Kelas Melalui Pengawasan Kemitraan, Selasa (14/9/2021).

Selain itu, upaya lainnya KemenkopUKM bersama dengan Kementerian Perdagangan menyiapkan revisi Peraturan Menteri perdagangan Nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan menteri perdagangan tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

Tak berhenti disitu, KemenkopUKM juga menggandeng Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian untuk melakukan piloting melalui kemitraan dengan 291 UMKM dengan 6 BUMN, yaitu Pertamina, PLN, Kimia Farma, Perhutani, RNI dan Krakatau Steel.

“Kemitraan usaha besar dengan UMKM ini termasuk BUMN ini menjadi strategi kita untuk mendorong UMKM kita bertransformasi dari usaha-usaha kecil-kecil, usaha mandiri menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional atau global dan menjadi rantai pasok BUMN,” ujarnya.

Dengan begitu, Teten berharap para pelaku UMKM bisa bertransformasi ke produk-produk yang berbasis inovasi teknologi, sehingga usahanya tidak melulu di sektor-sektor yang tidak punya daya saing.

“Oleh karena itu Kemitraan menjadi penting. Idealnya kalau usaha tumbuh berkembang maka UMKM juga tertarik terangkat skala usahanya,”’ ujarnya.

Melalui upaya tersebut , Menkop Teten berharap usaha besar tidak bersaing dengan usaha kecil melainkan menjalin kemitraan.

“Karena  itu maka menjadi penting kemitraan dan karena itu salah satu nafas undang-undang cipta kerja adalah mendorong kemitraan yang sehat antara usaha kecil dan besar,” pungkasnya.   


Sumber :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4658084/sebelum-bersaing-di-pasar-global-umkm-harus-masuk-rantai-pasok-nasional

Sunday, September 12, 2021

Franchise di Bawah Rp15 Juta

Bingung Mau Mulai Usaha Apa? Simak Ide Franchise di Bawah Rp15 Juta

Senin, 13 September 2021 | 07:00 WIB

Usaha waralaba atau franchise menjadi salah satu cara mudah untuk memulai usaha. Lantaran Anda tidak perlu pusing memikirkan produk apa yang yang akan dijual, membuat kemasan, mencari nama merek, hingga strategi pemasaran agar produk laku dijual.

Di sisi lain, kendala memulai waralaba seringkali ada pada besarnya biaya yang harus disetor pada pemegang lisensinya. Namun ternyata, ada sejumlah franchise yang biayanya hanya Rp15 juta loh!

Mengutip laman resmi lembaga perencana keuangan, finansialku.com, berikut ide franchise dengan biaya maksimal Rp15 juta.


1. King Mango Thai

Pada awal kemunculannya, King Mango Thai viral dan antrean pembelinya hingga mengular. Padahal harga per gelasnya sebesar Rp50.000. Tapi King Mango Thai tetap banyak peminatnya.

Biaya untuk paket franchise King Mango Thai mulai dari Rp7,5 juta.


2. Donat Bakar

Seperti namanya, Dokar dimasak dengan cara dibakar dan disajikan dengan 42 varian topping. Dokar alias Donat Bakar sudah ada sejak 2008 dan telah memiliki lebih dari 66 cabang di seluruh Indonesia.

Uang yang perlu disiapkan untuk menjadi mitra franchise Dokar, yaitu sekitar Rp7,5 juta hingga Rp9,3 juta. Biaya itu termasuk booth, x-banner, menu, kompor, tabung gas, seragam karyawan, hingga bahan training.


3. Cho Cho Thai Tea

Cho Cho Thai Tea adalah franchise teh susu khas Thailand dan banyak rasa lainnya. Harga jualnya hanya Rp10.000 per gelas dan biaya untuk menjadi mitranya hanya Rp5,5 juta.


4. Kuch2Hotahu

Nama franchise yang satu ini terdengar seperti judul film India yang dulu sempat meledak di pasaran. Kuch2Hotahu menjual gorengan tahu pedas yang sudah ada sejak 2011.

Kini, Kuch2Hotahu sudah punya 700 mitra dan menawarkan 2 paket kemitraan.

Yaitu Kuch2Hotahu reguler dengan harga Rp8,5 juta dan paket mini Kuch dengan harga Rp10 juta. Serta, free royalty fee.


5. Candy Crepes

Candy Crepes sudah ada sejak 2013 dan menawarkan 3 paket kemitraan. Mulai dari Rp6,7 juta hingga Rp9,8juta.

Candy Crepes juga tidak memungut biaya royalti. Sehingga 100 penjualan akan sepenuhnya jadi milik Anda.


6. Mr. John Singapore

Mr. John menawarkan paket franchise mulai dari Rp8 juta. Dengan biaya tersebut, Anda sudah mendapatkan perlengkapan berjualan serta bonus bahan baku sebanyak 50 porsi.


7. Magu Magu Chicken

Magu Magu Chicken merupakan franchise ayam goreng crispy dengan 6 pilihan rasa. Magu Magu Chicken menawarkan 4 jenis paket kemitraan mulai dari Rp4,6 juta hingga Rp11,3 juta.

Untuk paket paling murah, anda sudah bisa mendapatkan gerobak, peralatan penunjang, bahan baku awal, kemasan sejumlah 50 buah, sarana promosi, serta satu buah seragam karyawan.


8. Pisang Nugget Kece

Pisang Nugget Kece menjual pisang yang dipotong kecil lalu digoreng dengan tepung krispi. Pisang Nugget Kece menawarkan promo paket franchise mulai dari Rp5,8 juta.

Dengan modal tersebut, Anda akan mendapatkan seragam, peralatan masak, perlengkapan jualan, hingga buku panduan resep dan tips sukses berbisnis. Anda juga tak perlu membayar royalti dan tak ada sistem bagi hasil.


9. Radja Cendol

Saat ini, Radja Cendol sudah memiliki lebih dari 700 mitra di Indonesia. Radja Cendol menawarkan  paket kemitraan Rp8 juta untuk paket indoor tanpa tenda dan Rp9,75 juta untuk paket outdoor dengan tenda ukuran 2 x 2 meter.

Biaya itu sudah termasuk bahan baku plus topping dan packaging, seragam, media promosi, dan satu set meja untuk konsumen.


10. JET Express

Franchise tidak terbatas hanya pada usaha makanan dan minuman. JET Express menawarkan franchise pengiriman barang. JET Express menawarkan 2 paket kemitraan senilai Rp5 juta dan Rp15 juta.

Paket 5 juta akan menerima neon box, pamflet, seragam, akses ke JETNET dan timbangan digital. Sementara paket Rp15 juta akan mendapat tambahan laptop dan printer.


11. Olive Geprek Express

Olive Geprek Expres menawarkan kemitraan dengan modal Rp15 juta. Anda akan diberikan peralatan, bahan baku dan booth khusus.


12. Kuku Cantik

Kuku Cantik merupakan jasa kecantikan yang berfokus pada kecantikan kuku. Tak seperti nail art pada umumnya, Kuku Cantik menggunakan mesin pencetak gambar kuku digital.

Jadi, Anda tak perlu menggambar secara manual. Selain hemat tenaga, hemat waktu juga.

Franchise Kuku Cantik terbilang cukup fleksibel karena dapat dilakukan di toko maupun langsung ke tempat pelanggan.

Anda juga juga dapat mengadakan kerja sama dengan pihak wedding organizer untuk membuka booth pada acara pernikahan. Biaya kemitraannya adalah Rp15 juta.


Sumber :

https://www.kompas.tv/article/210957/bingung-mau-mulai-usaha-apa-simak-ide-franchise-di-bawah-rp15-juta?page=all

UMKM Asal Surabaya Hijrah ke Online

Cerita UMKM Asal Surabaya, Bisnis Naik Pesat Usai Hijrah ke Online

Kamis, 02 Sep 2021 13:27 WIB

Kisah menarik dimiliki oleh usaha F&B untuk kategori makanan anak bernama Grandvilleabon. Usaha tersebut dibangun pada tahun 2018 oleh Jessica FS di Surabaya, Jawa Timur. Semenjak pandemi, usaha ini beralih merambah ke bisnis online dari yang sebelumnya berjualan secara offline di pasar tradisional.

Ide terciptanya produk makanan tersebut bermula dari kesulitannya untuk memberikan makanan yang disukai anaknya yang berusia lima tahun. Setelah mencoba berbagai resep, Jessica berhasil menciptakan olahan daging berupa abon sapi yang kemudian dijadikan sebagai bisnis Grandvilleabon.

Namun penjualan yang ia lakukan secara offline tidak cukup berkembang. Ia merasa kesulitan dari segi jangkauan lantaran keterbatasan media promosi dan sistem pengirimannya. Hal inilah yang membuatnya memutuskan untuk mengembangkan bisnis Grandvilleabon miliknya secara digital.

Keputusannya dalam bergabung bersama Shopee ternyata membuahkan hasil yang signifikan. Berkat usaha melalui digitalnya pula, Jessica kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi 12 orang karyawannya di tengah pandemi.

Jessica mengaku awalnya memulai bisnis dari modal nekat, hingga keterpurukan penjualan offline membuatnya beralih ke platform digital.

"Awalnya saya hanya modal nekat saja untuk coba menjual produk Abon Sapi ini secara offline, namun tidak berkembang secara pesat karena penjualan hanya terjadi di pasar itu saja. Karena saya ingin bisa menjangkau pasar yang luas, saya memutuskan untuk berjualan secara online bersama Shopee, demi menjangkau cakupan penjualan secara nasional," ujar Jessica dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9/2021).

Selain mempermudah perkembangan bisnisnya, Shopee juga mendukungnya melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan. Terkait edukasi, Shopee memberikan ilmu mengenai cara efektif untuk menjalankan bisnis melalui penerapan literasi digital, strategi efektif untuk optimalisasi penjualan, cara pengemasan barang yang baik, sistem pengiriman yang efisien, hingga strategi pemasaran seperti Instagram ads, Facebook ads, dan Google ads. Ia juga diajak berpartisipasi di beberapa kampanye Shopee, untuk memperoleh traffic untuk meningkatkan penjualan produk.

Pelatihan yang diberikan Shopee membuat Jessica paham kebiasaan dan keinginan pasar, sehingga bisnisnya terus tumbuh. Terbukti, perkembangan Grandvilleabon bersama Shopee selama hampir tiga tahun telah mengalami peningkatan yang pesat.

Jessica menjelaskan bahwa digitalisasi sangat membantu usahanya. Selain itu bisnis kuliner juga banyak diminati konsumen karena merupakan produk kebutuhan sehari-hari.

"Kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, khususnya anak, menjadi hal esensial dan prioritas yang perlu dipenuhi setiap harinya. Saya melihat langsung bagaimana berjualan secara online membantu bisnis saya berkembang dengan optimal. Terima kasih Shopee telah mendampingi Grandvilleabon," tutur Jessica.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5706721/cerita-umkm-asal-surabaya-bisnis-naik-pesat-usai-hijrah-ke-online