Pages

Friday, July 9, 2021

UMKM Tetap Produktif

UMKM Tetap Produktif di Tengah Impitan Pandemi

10 JULI 2021

Para perajin kendang di Kota Patria belum sepenuhnya bisa bernapas lega. Pandemi Covid-19 berdampak langsung pada produksi dan pemasaran kendang. Mulai dari bahan baku yang melambung.

Akhirnya, banyak perajin atau produsen kendang ini yang terpaksa harus mengurangi jumlah produksi demi memangkas biaya operasional. Akibatnya, (pengurangan produksi, Red) berdampak pada jumlah permintaan pasar yang kian seret. Terang saja, selama ini pasar utama para produsen kendang adalah para pelaku wisata. Namun akibat pandemi, jumlah wisatawan di sejumlah lokasi wisata terus menurun. Bahkan bolak-balik “tutup lapak” karena kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Pengiriman kendang di pasar lokal yang agak susah. Biasanya saya kirim ke Bali, Solo, Malang, atau Jogja. Itu kan daerah wisata semua. Nah, karena belakangan destinasi wisata ditutup, penjualannya ikut turun drastis," ujar seorang perajin kendang di Kelurahan Sentul, Siti Mulqoidah.

Menurut dia, dalam kondisi normal bisa memproduksi hinggal 3.000 buah kendang per bulan. Namun selama pandemi ini hanya bisa memproduksi sekitar 2.000 buah kendang per bulan. "Iya, turunnya sekitar 40 persen. Apalagi belakangan ini kan ada PPKM darurat. Jadi wisata kan ditutup sama sekali," bebernya.

Selain itu, para produsen juga mengalami kendala naiknya harga bahan baku. Hal ini tentu sangat dikeluhkan oleh para produsen. Sebab, turunnya omzet akibat pengurangan jumlah produksi, tak sebanding dengan naiknya harga bahan baku seperti kayu, besi, dan tali kendang. "Selama ini saya ambil bahan baku dari Trenggalek. Harga kayu, besi, dan tali itu naik terus belakangan ini," sebut wanita 43 tahun ini.

Siti mengaku kondisi ini cukup membebani produsen karena harus pintar mengatur keuangan usahanya. Terutama untuk biaya akomodasi dan produksi. Termasuk upah para pegawai di bengkelnya. "Memang selama ini saya belum rumahkan pegawai. Tapi memang harus jeli dalam proses produksinya," katanya.

Untungnya, ungkap Siti, masih ada pesanan dari luar negeri yang bisa memberikan harapan,dan bisa membuat perajin bisa “bernapas”. Sebab, saat ini beberapa negara sudah dinyatakan terbebas dari pandemi sehingga kegiatan ekonomi termasuk wisata dapat kembali digelar secara normal. "Kalau pengiriman ke luar negeri masih lancar. Seperti ke Tiongkok, Jepang, dan beberapa negara di Asia Tenggara," akunya.

Dia berharap para perajin kendang mendapatkan uluran tangan dari pemerintah daerah. Terutama untuk menekan harga bahan baku. "Kalau bisa ya harga bahan baku turun atau harga kendang bisa naik," harapnya. (*)


Sumber :

https://radartulungagung.jawapos.com/read/2021/07/10/274610/umkm-tetap-produktif-di-tengah-impitan-pandemi

No comments:

Post a Comment